HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Ratusan pekerja PT Ghim Li Indonesia menagih kepastian pembayaran gaji Agustus yang sebelumnya dijanjikan cair pada Kamis hingga Jumat (17-18/9/2026). Namun hingga kini gaji yang ditunggu para pekerja belum juga masuk ke rekening masing-masing.
Karena itu mereka mengadukan nasib mereka ke Pusat supaya pusat bisa memproses persoalan yang dihadapi para pekerja.
Sebelumnya para pekerja yang mayoritas merupakan ibu-ibu bertahan di lingkungan Kantor Wali Kota Batam.
BACA JUGA:Â BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Mereka menunggu hasil pertemuan sekaligus kepastian mengenai pembayaran gaji dan status pekerjaan mereka. Setelah mereka bertahan cukup lama sambil menunggu perkembangan mengenai gaji dan kelanjutan pekerjaan di PT Ghim Li Indonesia, namun belum mendapat kepastian.
Para ibu-ibu yang bekerja mengaku sudah beberapa kali datang bersama rekan-rekannya untuk memperjuangkan hak pekerja.
Namun hingga kini tidak ada kepastian.
“Kalau cuma nunggu seperti ini disini kami rela juga tidur sini. Saya pernah gantian tugas jaga aset di perusahaan malam Minggu kemarin. Ini hak kami, aset perusahaan itu jangan sampai terlewat,” katanya.
BACA JUGA:Â Setia Putra Tarigan Pesimis Target Retribusi Parkir Bisa Tercapai, Pertanyakana Kinerja Dinas Perhubungan
Menurut Gita, seorang pekerja para pekerja tetap datang ke perusahaan untuk melakukan absensi dan menjaga aset yang berada di dalamnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan PUK PT Ghim Li Indonesia, Andri, mengatakan audiensi yang dilakukan pada Senin belum menghasilkan keputusan mengenai pembayaran gaji.
Ia menyebut sejumlah pengurus PUK sebelumnya juga dipanggil ke UPT Pengawasan Tenaga Kerja.
Namun, menurut dia, pertemuan tersebut belum memberikan kepastian.
BACA JUGA:Â Nasib Tiga Anggota Polda Kepri Tunggu Hasil Putusan Banding, Terlibat Kasus Penganiayaan Bripda Natanael
“Kita dari jam 10 disini, ada mungkin 260an orang, ganti-gantian datang. Ya beginilah, jadi sampai saat ini tidak ada, belum ada keputusan sama sekali,” kata Andri.
Andri mengatakan kedatangan pekerja ke Kantor Wali Kota Batam juga untuk menagih janji pembayaran gaji yang sebelumnya disampaikan pemerintah.
BACA JUGA:Â Nasib Tiga Anggota Polda Kepri Tunggu Hasil Putusan Banding, Terlibat Kasus Penganiayaan Bripda Natanael
Ia menyebut target pembayaran pada Kamis atau paling lambat Jumat lalu tidak terealisasi.



