HARAPANMEDIA.COM, BATAM -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin tahun 2026 yang digelar serentak bersama 38 provinsi di Indonesia.
Kegiatan melalui Zoom Meeting dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie. Pengurus Kadin Provinsi Kepri mengikuti kegiatan tersebut dari Hotel Harris Batam Center, Kamis (24/9/2026).
Rapimprov turut diikuti jajaran pengurus Kadin kabupaten dan kota se-Kepri. Rapimprov tahun ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-58 Kadin Indonesia serta menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyusun program kerja dunia usaha di daerah.
BACA JUGA:Â Perusahaan Tak Tepati Janji Pekerja Ghim Li Laporkan Persoalan ke Pusat Untuk Segera Ditangani
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, masukan dari daerah menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia yang dijadwalkan pada 28-30 Oktober 2026 mendatang.
Menurutnya, berbagai persoalan dan kebutuhan dunia usaha harus diserap dari lapangan, termasuk masukan dari asosiasi dan himpunan yang berada di bawah naungan Kadin.
“Masukan yang baik adalah masukan yang dimulai dari lapangan. Kita juga tidak melupakan pimpinan-pimpinan asosiasi dan himpunan di bawah naungan Kadin. Peran teman-teman dari asosiasi dan himpunan sangat besar,” kata Anindya.
Dia juga mengingatkan perjalanan Kadin Indonesia yang telah memasuki usia 58 tahun. Kadin yang awalnya dibentuk pada 23-24 September 1968 di Jakarta kemudian berkembang ke berbagai daerah. Saat ini organisasi tersebut telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi.
Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Kepri Ir Mustava mengatakan, Rapimprov 2026 menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus menyatukan langkah dunia usaha di Kepri.
BACA JUGA:Â Bina Marga Benahi Titik Banjir Hasil Pemetaaan Ada 105 Kawasan Masuk Pemetaan Genangan
“Untuk membangun organisasi, kita memiliki harapan yang sama agar Kadin Provinsi Kepri semakin kuat, semakin solid, semakin profesional dan paling penting semakin memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.
Mustava mengatakan, Rapimprov bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, menyatukan gagasan serta merumuskan langkah konkret bagi dunia usaha di Kepri.
Apalagi, kepengurusan Kadin Kepri periode 2026-2031 baru dikukuhkan pada 16 Juni 2026 di Kantor Gubernur Kepri.
“Ini bukan sekadar amanah jabatan. Ini adalah amanah untuk bekerja, hadir, memberi solusi dan membawa dunia usaha di Kepulauan Riau menjadi semakin kuat, inklusif, berdaya saing dan berorientasi global,” katanya.
Rapimprov Kadin Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Amanah Menuju Aksi, Memperkuat Peran Strategis Kadin dalam Mendorong Ekonomi Kepri yang Inklusif, Berdaya Saing dan Berorientasi Global.”
Mustava mengatakan, ukuran keberhasilan Kadin ke depan bukan hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat yang dirasakan dunia usaha dan masyarakat.
BACA JUGA:Â Gubernur Kepri Ansar Ahmad Tak Diundang Jadi Bahasan Panas Forum Pemred PWI Kepri
“Apakah investasi semakin mudah? Apakah UMKM dapat naik kelas? Apakah lapangan kerja semakin terbuka di Provinsi Kepri? Apakah perdagangan semakin luas? Dan apakah produk-produk Provinsi Kepri semakin mampu menembus pasar nasional dan internasional?” ujarnya.
Dia menambahkan, Kadin juga harus mampu menjadi jembatan antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Kepri yang memiliki posisi geografis strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia dinilai memiliki berbagai potensi ekonomi, mulai dari kawasan industri, pelabuhan, sektor maritim, pariwisata, perdagangan hingga ekonomi kreatif.



