Mustafa menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 7,48 persen. Angka tersebut, kata dia, mendekati target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
“Kalau target dari pemerintah pusat 8 persen, kita tinggal 0,52 persen lagi. Mudah-mudahan tahun ini pertumbuhan ekonomi kita semakin meningkat,” katanya.
Dia menegaskan, potensi daerah harus mampu diterjemahkan menjadi peluang ekonomi yang konkret. Investasi yang masuk diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Kadin Kepri akan mendorong penguatan advokasi dan fasilitasi investasi, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perdagangan, perindustrian, hilirisasi, ekonomi digital, ekonomi hijau, kemaritiman, pariwisata serta konektivitas dan logistik.
Dalam Rapimprov ini, Kadin Kepri juga akan menyusun berbagai program kerja untuk periode 2026-2027. Mustava meminta seluruh jajaran pengurus tidak hanya menyampaikan daftar kegiatan, tetapi menyusun program yang memiliki target dan indikator keberhasilan yang jelas.
“Harus ada target, indikator keberhasilan, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan dan hasil yang terukur. Kita harus membangun budaya kerja, satu program, satu target, satu penanggung jawab dan satu ukuran keberhasilan,” ujarnya.
Dia mengatakan, kolaborasi menjadi kunci dalam menjalankan program tersebut. Kadin tidak dapat bekerja sendiri karena dunia usaha membutuhkan dukungan pemerintah, perbankan, lembaga pembiayaan, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, asosiasi usaha, investor dan mitra internasional.
Mustava menambahkan, salah satu perhatian Kadin Kepri dalam lima tahun ke depan adalah memperkuat sektor UMKM dan pariwisata.
Menurutnya, posisi Batam dan Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia memberikan peluang besar untuk menarik wisatawan mancanegara.
Dia mencontohkan wisatawan asal Singapura dan Johor, Malaysia, yang selama ini menjadikan Batam sebagai salah satu tujuan untuk kuliner, menginap, olahraga hingga hiburan.
“Lebih dari 3.000 restoran tutup di Singapura. Mereka satu minggu belanjanya ke Batam, makan, staycation, olahraga dan hiburan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut Johor memiliki sekitar 4,7 juta penduduk yang juga menjadi pasar potensial bagi sektor pariwisata Batam.
“Kita berharap dari Johor juga. Mereka lebih menikmati berwisata dan berjalan-jalan ke Batam karena di sini tersedia banyak restoran halal,” katanya.
Mustava berharap seluruh program yang dirumuskan melalui Rapimprov dapat memperkuat dunia usaha sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri.
Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara Rapimprov Kadin Kepri, Deni Aslan menyatakan tingkat kehadiran peserta Rapimprov Kepri 2026 mencapai lebih dari 90 persen.
“Diantaranya unsur pengurus Kadin Kepri dan 7 Ketua Kadin Kabupaten Kota se Provinsi Kepri, dewan penasehat dan dewan pertimbangan Kadin Kepri, “tambahnya.
Rapimprov Kadin Kepri 2026 juga menjadi bagian dari perubahan sistem organisasi Kadin Indonesia yang kini menerapkan digitalisasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran pengurus, absensi serta verifikasi peserta dilakukan secara digital oleh Kadin Indonesia. Materi dan tema kegiatan juga diunggah melalui sistem yang telah disiapkan. (*/man)



