Hasilnya, TPK Batuampar kini semakin kompetitif dan efisien, mampu melayani kapal-kapal berstandar global, dan siap mengambil peran lebih besar dalam jalur perdagangan regional dan global.
“Tidak hanya itu, kolaborasi dengan operator-operator besar dunia akan meningkatkan standar kualitas pelayanan dengan proses yang transparan dan kompetitif, sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik,” kata Rizwan.
BACA JUGA: BP Batam Tegaskan Penertiban Lahan di Tanjung Banon Sesuai Prosedur Hukum
Pada tahun 2024 lalu melakukan dua pelayaran langsung internasional atau direct call dan 30 April TPK Batuampar kembali melakukan direct call ketiga dengan melepas Kapal MV Ever Core rute Batam-China.
Direct call ketiga ini menjadi bukti nyata besarnya potensi Batam sebagai pusat logistik yang strategis dan berdaya saing. “Kami optimistis Direct Call ketiga ini akan memperkokoh posisi Batam sebagai simpul utama dalam jaringan logistik internasional, serta mengakselerasi status Batam untuk menjadi pusat transshipment port nasional,” katanya.
Rizwan menargetkan Terminal Peti Kemas Batuampar terus dikembangkan dan ditargetkan bisa menampung 2,1 juta TEUs tahun 2028. Peningkatan ini mencakup pembangunan dermaga sepanjang 1.600 meter, kedalaman alur hingga 16 meter, dan fasilitas container yard seluas 31 hektare.
TPK Batuampar juga diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan industri di kawasan di Batam sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan dampak positif terhadap ekosistem pendukung lainnya.
Persero Batam juga akan menggarap potensi air-cargo terminal yang menangani 90 penerbangan per hari, serta logistik multipurpose seperti baja dan kargo cair.
“Keberhasilan pembangunan TPK Batuampar dapat diwujudkan berkat sinergi erat antara pemerintah, BUMN, dan para mitra strategis. Oleh karena itu, kami mengajak pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan era baru Batam sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri dunia,” katanya. (*/man)



