HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Pelabuhan Batuampar terus dikembangkan menjadi pelabuhan berbasis internasional. Pelabuhan tersebut terus menjalin kerjasama dengan pelabuhan lain dan kini sudah terhubung dengan 20 pelabuhan internasional.
Pembangunan Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batuampar kini telah memberikan dampak signifikan dari sisi produktivitas, apalagi pelabuhan itu terkoneksi dengan jaringan pelabuhan internasional.
Direktur Investasi 2 Holding BUMN Danareksa, Rizwan Rizal Abidin mengatakan, pihaknya satu-satunya BUMN spesialis transformasi multisektor berkomitmen penuh mendukung pengembangan TPK Batuampar di Batam.
PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa, melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melakukan transformasi di Persero Batam, operator pengelola Terminal Peti Kemas (TPK) Batuampar.
Rizwan mengatakan perang dagang AS-China berdampak langsung pada logistik global. Puluhan pelayaran kapal kargo dari China dibatalkan, memicu guncangan rantai pasok dan ancaman penurunan impor ke Amerika Serikat.
“Sejak dilakukan pembangunan infrastruktur pada tahun 2023, TPK Batuampar telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, antara lain peningkatan produktivitas 500 persen, peningkatan efisiensi biaya logistik hingga 57 persen, dan telah terhubung dengan 20 pelabuhan internasional,” ujar Rizwan dalam siaran pers, Minggu (4/5/2025).
BACA JUGA: Semakin Sulit Mendapatkan Pekerjaan, Kini Banyak Sarjana Nganggur Beralih Kerja Jadi Satpam dan Ojol
Menurut Rizwan, transformasi di Persero Batam adalah bagian dari upaya untuk mendukung penguatan posisi Indonesia di rantai pasok global, selaras dengan Asta Cita yang menekankan pentingnya sektor maritim dalam pembangunan nasional.



