BACA JUGA:Ā TMMD Bangun Sarana di Selat Mendaun Karimun, Wujud Operasi Bhakti TNI ke Masyarakat
Ia mengaku hanya mengikuti ketetapan harga yang diberikan pihak grosir, hingga tak mengetahui persis penyebab kenaikan harga tersebut.
“Kurang tahu lah penyebabnya apa, dengar-dengar gagal panen. Kita hanya ikut ketetapan harga dari sana, kalau naik ya pasti kita juga ikut naik,” terangnya.
Selain itu, tarif transportasi laut untuk memuat barang-barang dagangannya dari Kota Tanjungpinang dan Kota Batam juga menjadi tolak ukur untuk menentukan harga barang.
BACA JUGA:Ā Pemko Batam Berikan Keringanan Bagi Wajib Pajak, Hapus Semua Denda Pajak PBB
“Ya ongkos kapal juga kita bayar Rp 8 ribu per kilonya, itu pun harus kita sesuaikan dengan harga jual biar ada untung,” jelasnya.
Sementara itu, untuk harga cabai rawit turun menjadi Rp 85 ribu dari harga jual sebelumnya Rp 110 ribu.
“Harga rawit yang sekarang turun, ini baru dua hari lah,” ucap seorang pedagang. (*/man)



