HomeBatamRibuan Karyawan Gim Li Belum Terima Gaji, Mustofa Minta BP Batam Terapkan...

Ribuan Karyawan Gim Li Belum Terima Gaji, Mustofa Minta BP Batam Terapkan Jaminan ke Investor Asing

spot_img

HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Perubahan kepemilikan perusahaan serta belum jelasnya pihak yang bertanggung jawab terhadap hak pekerja menjadi persoalan yang kini disoroti DPRD Kota Batam.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Muhammad Mustofa mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat perubahan kepemilikan dari Ghim Li Singapura kepada pihak yang disebut sebagai Ghim Li Indonesia.

Namun, ia mempertanyakan sejauh mana perubahan tersebut menjelaskan tanggung jawab terhadap para pekerja yang telah bekerja belasan hingga puluhan tahun.

“Intinya kalau saya dari sisi hukum, yang bertanggung jawab siapa? PMA (Penanaman Modal Asing) Singapura. Ghim Li Singapura yang bertanggung jawab,” ujar Mustofa, Selasa (22/9/2026).

BACA JUGA: Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Terminal Khusus Berhasil Diselesaikan

Menurut Mustofa, pekerja perlu mendapat penjelasan mengenai hubungan antara Ghim Li Singapura dengan pihak yang kini mengelola perusahaan di Indonesia.

Anggota DPRD Fraksi PKS itu menilai tidak adanya transparansi mengenai perubahan tersebut membuat posisi pekerja semakin sulit ketika perusahaan berhenti berproduksi dan kewajiban terhadap mereka belum diselesaikan.

“Ini nggak ada transparansi ke pekerja antara Ghim Li Indonesia sama Ghim Li Singapura,” tambahnya.

Mustofa bahkan menduga perubahan struktur perusahaan berpotensi digunakan untuk menghindari tanggung jawab terhadap pekerja.

Namun, ia mengatakan hal tersebut masih perlu dibuktikan melalui penelusuran lebih lanjut.
“Di Ghim Li mencoba mengakali itu. Saya berpikir ini perusahaan cangkang, yang hanya untuk melepas tanggung jawab pesangon dari anak-anak ini,” katanya.

BACA JUGA: RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi

Kasus Ghim Li juga membuat Mustofa kembali mendorong adanya mekanisme perlindungan bagi pekerja perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Batam.

BACA JUGA  𝐓𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐢 𝐀𝐫𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐤𝐨, 𝐉𝐞𝐟𝐫𝐢𝐝𝐢𝐧 𝐌𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐎𝐩𝐭𝐢𝐦𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡

Ia mengatakan, pemerintah perlu memastikan adanya jaminan sebelum perusahaan PMA menjalankan kegiatan usahanya.
Jaminan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi hak pekerja apabila perusahaan berhenti beroperasi atau meninggalkan Batam tanpa menyelesaikan kewajibannya.

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI