HARAPANMEDIA.COM, TANJUNGPINANG -Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menjadi responden perdana Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Kepulauan Riau saat menerima kunjungan petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau di kediamannya di Tanjungpinang, Senin (15/06/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam pelaksanaan pendataan tersebut, petugas lapangan didampingi langsung oleh Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, beserta jajaran. Gubernur Ansar sebagai responden pertama merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap pelaksanaan sensus yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan berskala nasional yang bertujuan memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Pendataan tidak hanya mencakup informasi rumah tangga, tetapi juga berbagai aktivitas usaha, mulai dari usaha rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perusahaan besar.
Bahkan, pelaku usaha berbasis digital, seperti kreator konten yang memperoleh pendapatan dari berbagai platform digital, juga menjadi bagian dari cakupan pendataan Sensus Ekonomi 2026.
Sebagai tanda telah mengikuti proses pendataan, petugas BPS melakukan penempelan stiker Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Gubernur Kepulauan Riau.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
“Yang didata bukan hanya unit usaha, tetapi juga rumah tangga. Dari pimpinan tertinggi hingga masyarakat umum, seluruh pelaku ekonomi di Kepulauan Riau dan Indonesia akan menjadi bagian dari pendataan ini,” ujar Toto.
Menurutnya, BPS sebelumnya memiliki direktori sekitar 197 ribu unit usaha di Kepulauan Riau. Namun, melalui Sensus Ekonomi 2026, data tersebut akan diperbarui untuk mengetahui kondisi terkini serta jumlah usaha yang masih aktif beroperasi.



