HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,Abdul Mu’ti menyoroti Proses belajar mengajar di Batam masih ada yang menerapkan dua shift yakni pagi dan sore. Menteri menyoroti masih diterapkannya sistem pembelajaran dua shift (pagiāsore) di sejumlah sekolah di Kota Batam.
Abdul Mu’ti menegaskan, ke depan pola tersebut tidak lagi relevan untuk mendukung kualitas pendidikan yang optimal. Abdul Mu’ti, mengatakan sekolah seharusnya menjadi tempat yang representatif bagi siswa untuk belajar dan berkembang, bukan sekadar ruang yang dipakai bergantian layaknya tempat usaha.
BACA JUGA:Ā Amsakar Sampaikan Kehadiran Investasi Harus Memberikan Dampak Ekonomi Langsung bagi Masyarakat Batam
āSekolah itu tempat anak didik mendapatkan ajaran yang baik. Jadi tempatnya harus representatif, jangan seperti warung yang buka pagi dan sore hari,ā kata Abdul Mu’ti saat bertemu dengan sejumlah guru di Batam, Selasa (12/5/2026).
Abdul Muāti menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh dalam dunia pendidikan, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga kualitas tenaga pendidik.
BACA JUGA:Ā Dinas Pendidikan Kota Batam Rapat Bersama Kepsek Bahas Penerimaan Murid Baru
Menteri menyebut, sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul. Selain itu, pemerintah melalui Kemendikdasmen terus mendorong peningkatan kompetensi guru. Salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi sarjana (S1) atau D4.



