HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Sistem pembelajaran dua shift yang selama ini masih diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Batam dipastikan akan berakhir pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Riau, Andi Agung menegaskan tahun ajaran 2025/2026 menjadi periode terakhir diberlakukannya sistem dua shift. Ke depan, seluruh sekolah di semua jenjang pendidikan akan menerapkan sistem pembelajaran satu shift.
“Ini adalah tahun terakhir persoalan penerimaan murid baru seperti yang terjadi di masa lalu. Ke depan, tidak ada lagi sistem pembelajaran dua shift,” kata Andi Agung, Selasa (12/05/2026).
BACA JUGA: Amsakar Sampaikan Kehadiran Investasi Harus Memberikan Dampak Ekonomi Langsung bagi Masyarakat Batam
Menurutnya, kondisi saat ini merupakan dampak dari tingginya angka kelulusan dalam beberapa tahun terakhir yang menjadi “warisan” dari kebijakan sebelumnya.
Untuk itu, ke depan sistem penerimaan murid baru akan disesuaikan dengan kapasitas ruang belajar yang tersedia di masing-masing sekolah.
“Penerimaan siswa tidak bisa lagi dipaksakan. Harus disesuaikan dengan daya tampung sekolah,” tegas Andi Agung.
BACA JUGA: Kepala BP Batam Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Kota Batam
Dalam tiga tahun terakhir, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan tersebut.
Upaya tersebut meliputi pembangunan sekolah baru, penambahan ruang kelas, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di tingkat SMA.



