Abdul Muāti menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan mencerminkan keberagaman Indonesia. Sekolah, harus menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang agama, suku, budaya, hingga kondisi sosial ekonomi yang menyatu dalam semangat kebersamaan.
āSekolah harus menjadi meeting point dan tempat semua anak diterima, dihargai, dan dimuliakan,ā kata Abdul Mu’ti.
BACA JUGA:Ā Pariwisata dan Industri, Jadi Magnet Pemerintah Daerah Lain Studi Banding ke Kepri
Dia menambahkan, kunci utama pendidikan adalah sikap saling memuliakan baik terhadap ilmu, guru, maupun murid. Menurutnya dengan pendekatan tersebut, diharapkan tidak ada lagi diskriminasi atau kekerasan di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian utama pemerintah. Berbagai program pelatihan, sertifikasi, serta kebijakan peningkatan kompetensi terus digulirkan agar tenaga pendidik mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas dan penuh empati.
“Dengan langkah-langkah tersebut, sekolah dapat benar-benar menjadi tempat yang aman, inklusif, dan berkualitas dalam membentuk generasi penerus bangsa,” kata Abdul Mu’ti. (hmc/man)



