Capaian tersebut mencerminkan aktivitas investasi yang masih bergerak positif.
BP Batam masih mengejar sekitar Rp10,27 triliun untuk memenuhi target investasi hingga akhir 2026. Dari sisi ekonomi, Batam mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,28 persen pada Triwulan II 2026.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.
Di tengah pertumbuhan tersebut, tingkat pengangguran terbuka di Batam juga menunjukkan tren penurunan.
Pada 2023 angkanya mencapai 8,14 persen, kemudian turun menjadi 7,68 persen pada 2024 dan kembali menjadi 7,57 persen pada 2025.
Meski demikian, Fary mengakui masih ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan kerja.
Karena itu, perluasan lapangan pekerjaan tetap menjadi pekerjaan bersama agar manfaat investasi semakin merata.
“Pertumbuhan ekonomi perlu dilihat dari dampaknya bagi masyarakat. Masih terdapat masyarakat yang menunggu kesempatan kerja, karena itu perluasan lapangan kerja tetap menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.
Hal tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan BP Batam dalam Anugerah Investasi 2026.
Selain nilai investasi, penghargaan tahun ini turut mempertimbangkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, kontribusi sosial, serta kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (*/man)



