Ia menyebut indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan dari 79,89 menjadi 80,53 poin atau naik sekitar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Tertibkan Kendaraan Tanpa Dokumen dan Mati Pajak, Dishub Gelar Razia Gabungan 16 Kali Setahun
Selain itu, Kepri juga mencatat prestasi nasional dalam sejumlah bidang pendidikan, di antaranya capaian literasi Bahasa Indonesia dan Matematika yang masuk peringkat terbaik tingkat nasional.
Dalam pemaparannya, Nyanyang menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Provinsi Kepulauan Riau memperoleh alokasi anggaran revitalisasi pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB dengan total mencapai Rp59,16 miliar.
Untuk jenjang SMA, program tersebut mencakup pembangunan unit sekolah baru, revitalisasi, dan rehabilitasi sejumlah sekolah di Batam dan kabupaten/kota lainnya dengan total anggaran lebih dari Rp33,5 miliar.
Sementara untuk jenjang SMK, bantuan revitalisasi dan rehabilitasi diberikan kepada sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Batam, Karimun, Natuna, hingga wilayah kepulauan lainnya dengan total anggaran sekitar Rp24,89 miliar.
Adapun untuk SLB, program rehabilitasi dialokasikan kepada SLBN 1 Tanjungpinang dengan anggaran sekitar Rp754 juta.
Wagub Nyanyang berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan pembangunan dan bantuan fasilitas pendidikan bagi sekolah-sekolah di Kepulauan Riau, khususnya untuk peningkatan sarana praktik siswa SMK guna mendukung kompetensi lulusan.
“Masih banyak kekurangan terutama peralatan praktik siswa untuk meningkatkan kompetensi. Mudah-mudahan ke depan mendapat perhatian dan bantuan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” tutupnya. (hmc/man)



