Filianingsih mengatakan BI mengambil kebijakan ini untuk mendorong semakin luasnya penggunaan QRIS. Menurut dia, selama ini QRIS telah terbukti bisa menopang daya beli masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah.
“QRIS memberikan stimulus pada sektor rumah tanggan, penggunaannya kami melihat lebih banyak di sektor informal,” kata dia.
Karena luasnya penggunaan QRIS, dia mengatakan BI ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas akseptasi digital. Dia mengatakan dengan relaksasi biaya MDR ini diharapkan penggunaan QRIS akan semakin tumbuh.
“Kami yakin penghematan ini bisa meningkatkan belanja barang yang memiliki multiplier effect,” kata dia. (Iv)



