HARAPANMEDIA.COM, BATAM- Beberapa pabrik tekstil terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal guna mengurangi beban keuangan. Hingga pertengahan Juni lalu saja, tercatat lima pabrik tekstil besar di Indonesia sudah tutup dan melakukan PHK besar-besaran.
Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti derasnya produk tekstil impor yang murah membuat produk lokal kehilangan pangsa pasar, penurunan pesanan karena tren belanja konsumen yang berubah pasca pandemi, di mana konsumen lebih banyak beralih ke platform digital, mempengaruhi penjualan langsung dari pabrik-pabrik tekstil dan penurunan pesanan karena tren belanja konsumen yang berubah pasca pandemi, di mana konsumen lebih banyak beralih ke platform digital, mempengaruhi penjualan langsung dari pabrik-pabrik tekstil.
BACA JUGA:Masyarakat Kota Batam Tak Perlu Panik, Pertamina Akan Salurkan 85 Ribu Gas LPG 3 Kg
Beberapa pabrik tekstil terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal guna mengurangi beban keuangan. Hingga pertengahan Juni lalu saja, tercatat lima pabrik tekstil besar di Indonesia sudah tutup dan melakukan PHK besar-besaran.
Dikutip dari berbagai sumber, pada awal 2024, beberapa pabrik tekstil besar melakukan PHK massal. Di Jawa Tengah, PT Sai Apparel memecat sekitar 8.000 karyawan, sementara PT Sinar Panca Jaya di Semarang mem-PHK 2.000 karyawannya.



