Namun, mata uang negara maju serempak perkasa. Poundsterling Inggris tumbuh 0,31 persen, euro Eropa naik 0,24 persen, franc Swiss melesat 0,31 persen, dolar Kanada menguat 0,12 persen, dan dolar Australia bangkit 0,47 persen.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan fokus minggu ini tertuju pada pertemuan The Fed. Bank sentral AS itu diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga dan berpotensi menawarkan pandangan hawkish, mengingat masih kakunya inflasi Negeri Paman Sam.
“Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama menjadi pertanda buruk bagi pasar Asia. Ini sebuah gagasan yang membuat sebagian besar mata uang regional berada pada kisaran yang ketat pada Senin ini,” katanya dalam keterangan resmi. (*)



