Sebanyak lebih dari 46 ribu wanita berpartisipasi dalam riset selama 6 tahun. Hasilnya, wanita yang terbiasa skip sarapan punya risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang rajin sarapan.
BACA JUGA :Â 88 WN China Pelaku Love Scamming Ditangkap Di Kawasan Industri Cammo
6. Kortisol meroket
Otak terus memerlukan glukosa dan kadang glikogen tidak cukup mempertahankan kadar glukosa darah. Tubuh menyelesaikan masalah ini dengan menaikkan kadar kortisol.
“Jika Anda tidak sarapan, maka kadar kortisol akan terus meningkat untuk menjaga kadar glukosa darah yang akhirnya menyebabkan resistensi insulin yang membuat Anda semakin lapar sepanjang hari,” kata Barry Sears, presiden organisasi Inflammation Research Foundation.
Kortisol juga terbukti bikin perut buncit sehingga tidak sarapan bisa berkontribusi pada perut Anda yang makin melar.
7. Kadar asam lambung naik
Bahaya skip sarapan termasuk peningkatan kadar asam di lambung. Tubuh otomatis melepas asam di lambung untuk pencernaan saat tubuh lapar dan perlu bahan bakar.
Bayangkan perut isinya penuh zat asam tanpa ada sesuatu yang dicerna. Asam bisa melonjak ke area terdekat seperti saluran makan, saluran cerna, jantung dan area lain.
8. Nyeri haid makin hebat
Wanita perlu waspada sebab melewatkan sarapan berarti nyeri haid yang bisa lebih menyakitkan dari biasanya.
Studi pada 2009 mencatat bahwa mahasiswi yang konsisten tidak sarapan mengalami haid tidak teratur termasuk haid dengan nyeri dan pendarahan tidak konsisten.
9. Migrain
Migrain alias sakit kepala sebelah jadi salah satu bahaya skip sarapan. Saat tidak sarapan, tubuh mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.
Kemudian kondisi ini memicu pelepasan hormon yang bisa mengkompensasi kekurangan gula ini. Di sisi lain, terjadi peningkatan tekanan darah sehingga memicu migrain dan sakit kepala. (Red)



