Ia menilai, dengan situasi langkanya bensin pertalite saat ini memicu dugaan ‘permainan’ dari oknum-oknum tak bertanggungjawab.
“Masyarakat dibuat panik. Ada isu-isu yang beredar kalau minyak nak putus, ya jadinya beli bensin pun sampai gak terbatas lagi,” katanya.
Ia pun berharap, pemerintah dapat mengatasi persoalan kelangkaan ini dan mengembalikan situasi agar masyarakat tidak panic buying.
BACA JUGA:Â Rudi Kukuhkan Pengurus IKSB Kota Batam Minta Jaga Kekompakan
“Bila perlu diawasi dan diselidiki, kenapa pertalite ini bisa langka dan kenapa masyarakat jadi panik, supaya jelas publik tahu persoalannya,” ucap Rohadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Anambas, Masykur mengimbau warga untuk tidak panik terhadap ketersediaan pertalite di Pulau Siantan.
Bahkan kata dia, warga diharapkan tidak terpengaruh akan isu kekosongan pertalite yang beredar dari sumber yang tidak jelas dan bertanggungjawab.
“Entah isu dari mana lagi ini, Pertalite kita akan putus, padahal pasokan BBM kita aman-aman saja. Itu di Matak sampai mandi-mandi minyak loh, ini kita di Siantan sampai grasak-grusuk beli minyak,” ucapnya.
Ia menjelasakan, pertalite yang masuk melalui PT Air Sena pada Selasa (23/05) lalu ada sebanyak 140 ton dan masing-masing pengecer hanya boleh menjual 1 ton dalam satu hari.
“Selanjutnya kami juga sudah bersurat ke PT Dua Bersaudara untuk menjemput minyaknya di bulan ini dan trip keduanya di bulan depan. Kalau kisaran 70 ton di Pulau Siantan itu cukup lah sebenarnya,” terang Masykur.
Mencegah adanya dugaan permainan dan kecurangan serta langkanya pertalite, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan agar ditaati. (*/ven)



