Sementara komoditas yang memiliki andil atau sumbangan dominan terhadap inflasi, antara lain sewa rumah sebesar 0,04 persen, telur ayam ras sebesar 0,04 persen, taman kanak-kanak sebesar 0,03 persen, bensin sebesar 0,02 persen, dan sekolah dasar sebesar 0,02 persen.
“Inflasi itu terjadi karena ada penurunan IHK dari 111,74 pada Juli 2022 menjadi 111,18 pada Agustus 2022,” katanya.
Sementara tingkat inflasi tahun kalender Agustus 2022 sebesar 3,86 persen, lebih besar dibandingkan inflasi tahun kalender Agustus 2021 sebesar 0,20 persen.
BPS Kepri juga mencatat dari 24 kota IHK di Sumatra, tercatat semua kota mengalami deflasi pada bulan Agustus 2022. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,02 persen. Sedangkan Kota Tanjungpinang dan Kota Batam menduduki peringkat ke-15 dan ke-17 dari 24 kota yang mengalami deflasi di Sumatra. (Red)



