Jika Anda dari luar yang menginap di hotel atau resort, Anda bisa minta diantarkan ke lokasi untuk sekedar cuci mata dan sekalian berfoto selfie di lokasi tersebut. Tersedia juga aneka souvenir lokal yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh.
Soal panorama, tak perlu ditanya lagi, dijamin memenuhi ekspektasi. Berfoto selfie pun bakal lebih instagramable karena berlatar pepohonan bakau hijau pesisir pantai berpasir putih. Disediakan banyak tempat untuk berfoto selfie di tengah hutan mangrove.
Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan sekawanan monyet hutan khas Kepri bergelantungan di dahan bakau dan bisa sekalian mengabadikannya dengan jepretan kamera handphone.
Pengelola Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Gerry mengatakan, pohon bakau yang tumbuh di dalamnya sudah berusia tua.
“Usianya puluhan hingga ratusan tahun,”ucapnya.
Uniknya lagi, di tengah hutan mangrove terdapat gundukan pasir putih atau dalam bahasa lokal disebut busung. Gundukan pasir putih itu cukup besar hingga menjadi semacam pulau tersendiri.
Gundukan pasir putih tersebut bisa dipakai untuk aktivitas camping, seperti camping ground, kemah, camping keluarga, barbeque, outbond dan lain sebagainya.
“Di sebelah kanannya ada pantai juga yang viewnya kita bisa melihat tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia dan Indonesia tentunya,”ucapnya.
Fasilitas pendukung yang disediakan diantaranya toilet, mushola, toko souvenir, kafe, dan pastinya gerai makanan khas desa wisata.
“Makanan khas dewa wisata tersebut seperti siput kampung, pokoknya komplit lah fasilitas di Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu ini,”ucap Gerry.
Untuk di Batam hanya hutan mangrove Pandang Tak Jemu di Kampung Tua Bakau Serip Nongsa satu-satunya destinasi berbasis ekowisata. (*/man)



