HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Hutan Mangrove Pandang Tak Jemu, sebuah wisata hutan mangrove berbasis ekowisata, konservasi dan edukasi menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong yang datang ke Batam.
Ekowisata Pandang Tak Jemu terletak di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Jalan Hang Lekiu, Sambu, Kecamatan Nongsa.
Bakau Serip merupakan perkampungan tua di Kota Batam yang beberapa waktu lalu ditetapkan menjadi desa wisata.
Desa Wisata merupakan sebuah konsep perkampungan yang dikelola untuk tujuan wisata dimana dalam pengelolaannya dijalankan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) bekerjasama dengan pemerintah setempat.
BACA JUGA:Â Pebalap Kelas Dunia dari 12 Negara Akan Unjuk Kebolehan di Tour de Bintan
Belum lama ini, Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada Bulan Juni 2022 lalu menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut saat ke Batam.
Di sana, Sandiaga Uno terpukau dengan keindahan alam dan budaya serta keramahan yang ditawarkan masyarakat setempat.
BACA JUGA:Â Sejumlah Guru SMKN dari Sembilan Kota di Indoensia Magang di SMKN 2 Batam Selama 23 Hari
Seiring itu, Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu pun menjadi lokasi yang sering didatangi turis dari negeri seberang. Mereka datang tak hanya menikmati view alam di dalamnya, tapi juga belajar tentang ekosistem mangrove dan pentingnya bagi kehidupan.
Tidak terlalu sulit untuk mendatangi Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu. Dari pusat kota Batam Center cuma butuh sekitar satu jam untuk ke lokasi.
Bagi mereka yang datang dari luar Batam, misalnya dari Jakarta ataupun kota lain di Indonesia, lokasinya dari Bandara Hang Nadim Kota Batam cuma sekitar 14 kilometer.



