HomeBatamAlasan Mengapa Tidak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA

Alasan Mengapa Tidak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA

spot_img

HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengungkapkan alasan penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa bagi para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo mengungkapkan bahwa penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA dilakukan untuk memberikan kebebasan bagi para siswa.

Dalam hal ini, kebebasan yang dimaksud adalah para siswa dapat memilih mata pelajaran di sekolah sesuai minat, bakat, kemampuan, dan tujuan studi lanjut atau karier yang direncanakan.

Sebagai contoh, siswa yang ingin melanjutkan kuliah jurusan teknik dapat memilih mata pelajaran fisika dan matematika saat jam mata pelajaran pilihan tanpa harus mengambil biologi. Demikian pula dengan anak calon mahasiswa kedokteran yang dapat fokus mengambil mata pelajaran biologi tanpa harus bergulat dengan fisika.

Anindito menyebutkan bahwa melalui Kurikulum Merdeka, Kemendikbud Ristek berharap para siswa dapat lebih fokus untuk membangun dasar pengetahuan yang relevan untuk minat dan rencana studi selanjutnya. Menurutnya, selama ini siswa kesulitan untuk fokus terhadap dua hal tersebut jika mengikuti sistem kurikulum lama.

Baca Juga:Micin Membuat Masakan Lezat Namun Bisa Menimbulkan Bahaya Kesehatan, Benarkah?

“Persiapan yang lebih terfokus dan mendalam ini sulit dilakukan jika murid masih dikelompokkan ke dalam jurusan IPA, IPS, dan Bahasa,” kata Anindito Kamis (18/7/2024).

Anindito mengatakan, penjurusan di SMA selama ini cenderung menimbulkan diskriminasi di antara para siswa. Sebab, tidak sedikit para siswa yang memilih jurusan IPA bukan berdasarkan bakat, minat, dan rencana masa depan, tetapi mempertimbangkan privilese saat memilih program studi di perguruan tinggi.

Dengan menghapus penjurusan di SMA, Anindito menyebut Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk melakukan eksplorasi dan refleksi minat, bakat dan aspirasi karier, serta memberi kesempatan untuk mengambil mata pelajaran pilihan secara lebih fleksibel sesuai rencana tersebut.

BACA JUGA  Update Rempang Eco-City, Realisasi Pengerjaan Empat Rumah Contoh Sudah 84 Persen

“Penghapusan jurusan di SMA juga menghapus diskriminasi terhadap murid jurusan non-IPA dalam seleksi nasional mahasiswa baru,” ujar Anindito.

“Dengan Kurikulum Merdeka, semua murid lulusan SMA dan SMK dapat melamar ke semua prodi melalui jalur tes, tanpa dibatasi oleh jurusannya ketika SMA/SMK,” imbuhnya.

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI