HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan peristiwa konflik lahan yang terjadi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau, dicampuri intelijen asing.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Simposium Geopolitik & Geostrategis Global serta Pengaruhnya terhadap Indonesia’ di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (2/11).
Awalnya, Prabowo mengatakan Indonesia adalah negara yang besar dan memiliki kekayaan mineral. Menurutnya, kondisi itu membuat Indonesia menjadi sasaran kekuatan besar dunia.
Baca juga:Pemko Batam Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Pusat Berikan Insentif Rp 18 Miliar
“Indonesia begitu besar dan begitu kaya, menguasai mineral-mineral kritis bagi kehidupan dunia di Abad ke-21 ini, sehingga mau tidak mau kita menjadi sasaran bagi kekuatan-kekuatan besar dunia, dan ini menyangkut hal-hal fisik yang di depan mata kita,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu menyinggung berbagai konflik-konflik yang terjadi di Indonesia, salah satunya peristiwa di Rempang. Prabowo mengaku mendapat informasi bahwa ada campur tangan intelijen asing dalam peristiwa di Rempang.



