HARAPANMEDIA.COM, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) memproyeksikan pemulihan kinerja yang lebih cepat sejalan dengan pengesahan persetujuan terhadap rencana perdamaian oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pengesahan persetujuan terhadap rencana perdamaian itu menjadi tonggak sejarah baru bagi langkah fundamental Garuda dalam menjalankan misi restrukturisasi untuk menjadi entitas bisnis yang semakin sustain dan berdaya saing.
BACA JUGA:Â Harga Tiket Menggila, Batam Bisa Alternatif Transit Warga Jakarta yang Berlibur ke Singapura
“Momentum ini yang terus kami optimalkan untuk terus memacu pertumbuhan kinerja usaha yang positif, khususnya melalui fokus akselerasi basis kinerja operasional, penyelarasan cost structure perusahaan yang semakin solid terhadap tantangan kinerja ke depan,” kata Irfan di Jakarta, Senin (27/6/2022).
Irfan menjelaskan pengesahan tersebut sesuai dengan dukungan mayoritas kreditur berdasarkan agenda pemungutan suara yang berlangsung pada Jumat (17/6).
Menurutnya, rencana perdamaian ini menjadi refleksi tersendiri atas optimisme seluruh stakeholder khususnya kreditur terhadap kiprah kinerja Garuda Indonesia di masa yang akan datang.
BACA JUGA:Â Covid-19 Melonjak, Berikut Syarat Naik Pesawat di Aturan Terbaru
Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih kuat, sehat dan resilient dan melakukan akselerasi pemulihan dalam dua sampai tiga tahun ke depan, bertepatan dengan momentum pemulihan ekonomi nasional serta relaksasi mobilitas masyarakat yang menjadi aspek esensial dalam pemulihan industri aviasi.
Sejumlah penyelesaian kewajiban usaha yang tertuang dalam rencana perdamaian tersebut adalah terkait penyelesaian kewajiban usaha melalui arus kas operasional, konversi nilai hutang menjadi ekuitas.
Kemudian modifikasi ketentuan pembayaran baru jangka panjang dengan periode tenor tertentu, hingga penawaran instrumen restrukturisasi baik dalam bentuk surat utang baru maupun ekuitas.
Skema restrukturisasi yang dijalankan akan menyesuaikan dengan kelompok kreditur yang telah diklasifikasikan berdasarkan nilai kewajiban usaha maupun jenis entitas bisnis masing-masing kreditur.
BAJA JUGA:Â Airlangga Hartarto Pasang Target Jadi Pemenang Pemilu 2024, Lakukan Konsolidasi Bersama KIB di Batam
Irfan menyampaikan bahwa apa yang telah dicapai perusahaan hingga tahap ini tidak dapat diperoleh tanpa ada fondasi kepercayaan yang kuat dari kreditur dan seluruh stakeholder lainnya terhadap upaya bersama untuk mencapai solusi terbaik dalam pemenuhan kewajiban usaha Garuda terhadap seluruh mitra usahanya.



