HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat koordinasi penanganan banjir dengan menyinkronkan data, pembagian wilayah kerja, dan langkah tindak lanjut di lapangan.
Koordinasi tersebut dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, perwakilan BP Batam, serta camat dan lurah se-Kota Batam.
Amsakar mengatakan, penanganan banjir merupakan bagian dari 15 program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Batam. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
BACA JUGA: Riadi Terpilih Secara Aklamasi Kembali Pimpin PWI Kabupaten Karimun, Saibansah Minta Jaga Kekompakan
“Cerita soal banjir ini menjadi bagian dari program prioritas kami. Kami sengaja mengumpulkan rekan-rekan teknis untuk memperbincangkan empat hal kunci: identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi yang ada, sinkronisasi pembagian tugas antara Pemko dan BP Batam, serta langkah konkret tindak lanjutnya. Yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah rencana aksi dan tindak lanjut nyata di lapangan,” tegas Amsakar.
Ia meminta camat dan lurah terus memperbarui pemetaan kondisi banjir di wilayah masing-masing secara akurat. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada dinas teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan dan penganggaran.
Dalam rapat itu, tercatat 167 titik banjir di Kota Batam yang masuk dalam peta penanganan. Dari jumlah tersebut, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sedangkan titik lainnya ditangani Pemerintah Kota Batam.
Amsakar menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang jelas antara Pemko Batam dan BP Batam. Dengan pembagian tersebut, penanganan di lapangan diharapkan tidak tumpang tindih ataupun menyisakan wilayah yang belum tertangani.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bengkong Swadebi. Kawasan tersebut sempat menjadi perhatian setelah kendaraan terseret arus saat hujan dengan intensitas tinggi.



