HARAPANMEDIA.COM, KARIMUN – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut proyek Strategis Nasional hulu migas North Hub Development Project Selat Makassar memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proyek itu menjadi salah satu investasi minyak dan gas terbesar yang tengah dikembangkan di Indonesia, dan membuka peluang penerapan teknologi dan investasi baru pengembangan fabrikasi migas di dalam negeri.
BACA JUGA:Â BP Batam Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan Lewat Batam Premier FC
Keberhasilan industri fabrikasi dalam negeri menjawab tantangan proyek berskala besar tersebut, menurut dia, menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi yang tinggi mampu diimplementasikan di Indonesia. Hal itu sekaligus membuka peluang investasi baru pembangunan fabrikasi migas di dalam negeri.
hal itu disampaikan saat pemotongan baja perdana untuk pembangunan fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) North Hub di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), pada Selasa (22/7/2026).
BACA JUGA:Â Amsakar Achmad Sambut Kunjungan Konjen Tiongkok Paparkan Kemudahan Berinvestasi di Batam
North Hub Development Project Selat Makassar merupakan proyek strategis pengembangan gas lepas pantai yang dijalankan oleh Searah, yang merupakan perusahaan patungan antara Eni SpA dengan Petronas. Proyek itu melanjutkan pengembangan yang sebelumnya dilakukan oleh perusahaan energi multinasional asal Italia, Eni SpA.
Proyek tersebut, lanjut dia, mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai lepas pantai Kalimantan Timur, dengan total nilai investasi sekitar 15 miliar dolar AS, terdiri dari pembangunan FPSO sebesar 3 miliar dolar AS, dan selebihnya 12 miliar dolar AS untuk capex lainnya.
BACA JUGA:Â Provinsi Kepri Dapat Opini WTP 16 Kali Berturut-turut, Bukti Pemerintah Kelola Keuangan Transparan



