HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Seminar Cerdas Finansial Era Digital Mengusung tema Optimalisasi Keuangan, Menuju Masyarakat yang Bijak Berutang, dan Adaptif terhadap risiko keuangan digital.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri dengan diikuti berbagai kalangan masyarakat.
Mulai dari pelaku mahasiswa, pelaku usaha UMKM, hingga ibu-ibu majelis, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan keuangan di tengah perkembangan teknologi digital.
Seminar tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Batam bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau.
BACA JUGA: Kamaluddin Terima Mahasiswa Segera Sampaikan Tuntutan ke Pusat yang Daerah Dibahas Bersama Wali Kota
Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Kepulauan Riau, M Rizky, menyoroti msih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat dibandingkan tingkat inklusi keuangan.
Menurutnya, indeks literasi keuangan di Kepri masih lebih rendah dibandingkan indeks inklusi. Artinya masyarakat masih belum begitu paham dengan produk dan layanan keuangan yang sudah mereka akses,” ujar Rizki usai kegiatan.
BACA JUGA: Polsek Bengkong Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Call Center 110 Jika Ada Gangguan Kamtibmas
Ia menjelaskan perkembangan teknologi membuat masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan digital.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan.
Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diwaspadai.
“Di satu sisi ada manfaatnya karena akses semakin mudah. Tetapi di sisi lain, penggunaan kredit konsumtif juga meningkat sehigga berpotensi membuat masyarakat terjerat utang,” katanya, Kamis (18/06/2026).
Selain persoalan utang, Rizky juga mengingatkan risiko penyalahgunaan data pribadi yang kerap terjadi melalui pinjaman online ilegal.
Menurutnya, layanan ilegal umumnya meminta akses yang berlebihan terhadap data pengguna.



