HARAPANMEDIA.COM, BATAM- Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menerima kunjungan kerja dan silaturahmi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Rabu (13/5).
Sebelum pertemuan berlangsung, Gubernur Ansar turut mendampingi rombongan SKK Migas mengunjungi Pulau Penyengat sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau.
Rombongan SKK Migas dipimpin Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, dan dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan KKKS yang beroperasi di wilayah Natuna dan Anambas.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna Ltd., serta West Natuna Exploration Ltd.
Dalam sambutannya, Yanin Kholison menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pendampingan langsung dari Gubernur Ansar selama kunjungan kerja di Kepri. Menurutnya, hubungan antara pemerintah daerah dan industri migas di Kepri selama ini terjalin sangat baik.
“Terima kasih atas kesempatan mengunjungi dan didampingi melihat perkembangan ibu kota Provinsi Kepri. Selama melaksanakan kunjungan kerja, ini menjadi salah satu agenda dengan durasi yang cukup panjang. Ini membuktikan hubungan antara industri migas dengan pemerintah daerah benar-benar terjalin baik,” ujar Yanin.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda rutin SKK Migas Perwakilan Sumbagut dalam membangun komunikasi dan menyampaikan perkembangan industri migas di daerah. Dalam kesempatan itu, sejumlah KKKS juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap percepatan persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama di Kementerian ESDM.
Perwakilan Medco E&P Natuna Ltd., Kemal Abduh Rahman Massi, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya berkomitmen melakukan pengeboran sumur eksploitasi guna mempertahankan tingkat produksi yang ada, disertai sejumlah pekerjaan rutin untuk menjaga intensitas produksi migas di wilayah kerjanya.
“Kami masih menunggu approval perpanjangan kontrak, sehingga dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” katanya.
Sementara itu, Medianestrian dari Harbour Energy menjelaskan bahwa perusahaan asal Inggris tersebut telah memproduksi migas di Natuna Blok A sejak tahun 1980-an dan memiliki komitmen melakukan tiga sumur eksplorasi pada 2026.



