HARAPANMEDIA.COM,BATAM- Virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta antarmanusia. Virus ini terutama dibawa oleh kelelawar pemakan buah, tetapi juga dapat ditularkan melalui babi dan beberapa hewan lain.
Gejala virus Nipah kerap diawali keluhan ringan yang menyerupai flu. Namun, infeksi ini dapat berkembang cepat, menyerang otak, dan berujung pada kematian bila tidak ditangani sejak dini.
Penularan terjadi saat seseorang terpapar cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi, seperti darah, air liur, urine, dan tinja. Risiko juga meningkat ketika mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus.
Mengutip Cleveland Clinic, pada tahap awal infeksi, gejala virus Nipah sering kali tidak khas dan menyerupai flu biasa. Beberapa keluhan yang umum muncul meliputi:
• Demam
• Sakit kepala
• Nyeri otot
• Tubuh terasa sangat lemas
• Batuk
• Sakit tenggorokan
• Muntah dan diare
• Sesak napas
Gejala-gejala tersebut umumnya muncul dalam rentang empat hingga 14 hari setelah paparan virus.
Masalahnya, kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu singkat. Gangguan pernapasan bisa semakin berat, disertai pneumonia dan kesulitan bernapas.
Pada fase ini, risiko komplikasi serius meningkat, terutama jika pasien tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Ancaman paling berbahaya dari virus Nipah adalah kemampuannya menyerang sistem saraf. Melansir Express UK, otoritas kesehatan menyebut radang otak atau ensefalitis sebagai komplikasi paling mematikan dari infeksi Nipah.



