HomeRegionalKuliah Umum Bersama Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Tegaskan Peran Jurnalistik sebagai...

Kuliah Umum Bersama Ketum PWI Pusat Akhmad Munir Tegaskan Peran Jurnalistik sebagai Pilar Demokrasi Pemersatu Bangsa

spot_img

“Saya berangkat dari profesi nol — tanpa basis jaringan awal yang besar. Namun dengan ketekunan, integritas, dan konsistensi pada aturan profesi, semua jenjang karier dapat dicapai tanpa ada yang dilewati. Hal ini juga berlaku bagi adik-adik mahasiswa di UDK dalam meraih mimpi-mimpinya,” ungkap Akhmad Munir.

Memasuki substansi tema, Akhmad Munir membedah posisi historis dan strategis pers di Indonesia:

Sejarah Pers Perjuangan: Pers Indonesia lahir dari rahim perjuangan kemerdekaan. Sejak masa penjajahan Belanda, era Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi, pers senantiasa hadir dan beradaptasi untuk satu misi utama: mencerdaskan kehidupan bangsa.

BACA JUGA: Dinas Perhubungan Batam Gencar Tawarkan Stiker Parkir Berlangganan Buka Kounter di MCS Mall Sabtu dan Minggu

Pilar Keempat Demokrasi (The Fourth Estate): Bersanding dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, pers berdiri di luar struktur pemerintah untuk menjalankan tugas-tugas jurnalisme yaitu mencari, menulis, menganalisis, menyiarkan, dan menyajikan informasi yang jujur serta objektif.

Fungsi Kontrol Sosial dan Titik Temu dengan Pemerintah: Pers bertugas memperjuangkan kebenaran, keadilan, serta melakukan kontrol sosial (watchdog). Meskipun bekerja di luar struktur, tujuan pers dan pemerintah sejatinya bermuara pada titik yang sama, yakni memajukan kesejahteraan dan memakmurkan bangsa.

Kepastian Hukum dan Etika Profesi: Akhmad Munir menegaskan bahwa pers tidak memiliki imunitas atau kebal hukum. Dalam menjalankan tugasnya, wartawan dibatasi dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (11 Pasal).

Sengketa pers kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman yang utuh dari masyarakat maupun aparat terhadap koridor hukum pers tersebut.

Harapan Literasi Jurnalistik bagi Generasi Muda

Di akhir pemaparannya, Akhmad Munir memberikan imbauan khusus kepada mahasiswa UDK terkait maraknya disrupsi informasi dan kabar bohong (hoax) di ruang digital. Beliau menyoroti kecenderungan masyarakat modern yang sering kali menilai atau berbicara terlebih dahulu sebelum berpikir dan memahami.

BACA JUGA  Bupati Bintan Akan Bangun Jembatan Kampng Rekoh Penaga Bintan Tahun 2023

“Adik-adik mahasiswa saat bermain di media sosial — apapun platformnya — tolong dibantu dengan menerapkan kaidah-kaidah jurnalistik. Pahami prinsip verifikasi, ketepatan, dan keberimbangan (check and balance). Dengan memahami basis etika jurnalisme, kalian turut membantu meliterasi publik dalam membedakan mana berita yang benar dan mana informasi bohong. Inilah kontribusi nyata mahasiswa sebagai benteng pertahanan demokrasi dan persatuan bangsa,” pesan Ketum PWI Pusat.

Rangkaian kegiatan Kuliah Umum ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran pengurus PWI Kabupaten/Kota se-Bolaang Mongondow Raya, yang meliputi PWI Kota Kotamobagu, PWI Kabupaten Bolaang Mongondow, PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (*/MAN)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI