4. Operasi pada Rumah Sakit Luar Negeri
Seluruh tindakan medis, termasuk operasi yang dilakukan di luar jangkauan wilayah wilayah NKRI atau dilakukan di Rumah Sakit luar negeri, secara otomatis tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
5. Operasi yang Tidak Sesuai Prosedur
Jika pasien melakukan operasi secara mandiri tanpa menyelesaikan prosedur pengajuan yang sesuai-seperti langsung datang ke RS tanpa surat rujukan pada kasus non-darurat-maka BPJS Kesehatan tidak akan membiayai operasi tersebut.
Jenis Operasi yang Ditanggung BPJS Kesehatan
Sebagai catatan penting bagi masyarakat, berdasarkan pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014, masih ada 19 jenis operasi besar yang ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan, di antaranya:
Operasi Jantung
Operasi Caesar
Operasi Kista
Operasi Miom
Operasi Tumor
Operasi Odontektomi
Operasi Bedah Mulut
Operasi Usus Buntu
Operasi Batu Empedu
Operasi Mata
Operasi Bedah Vaskuler
Operasi Amandel
Operasi Katarak
Operasi Hernia
Operasi Kanker
Operasi Kelenjar Getah Bening
Operasi Pencabutan Pen
Operasi Penggantian Sendi Lutut
Operasi Timektomi
Bagaimana Prosedur Klaimnya?
Guna memperoleh tanggungan BPJS untuk tindakan operasi, pasien diwajibkan mengikuti alur berobat yang berlaku. Pasien harus terlebih dahulu berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas atau klinik yang terdaftar.
Jika dokter di FKTP menilai pasien membutuhkan tindakan operasi, barulah pasien akan diberikan surat rujukan ke rumah sakit (Faskes Tingkat Lanjutan) guna memperoleh jadwal operasi dari dokter spesialis yang bersangkutan.
Secara umum, terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh pasien agar biaya operasi ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan:
Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) dalam status aktif.
Surat rujukan resmi dari Puskesmas/FKTP terdaftar.
Kartu pasien yang diterbitkan oleh pihak Rumah Sakit tujuan.(*)



