HARAPANMEDIA.COM, BATAM -Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dengan petisi yang disampaikan kaum buruh mendapat dukungan Anggota DPRD Kota Batam, Dr. Muhammad Mustofa, SH, MH.
Ia menegaskan persoalan outsourcing masih menjadi isu paling krusial yang dihadapi para pekerja di Kota Batam.
Menurut Mustofa, pemerintah harus memberikan perhatian lebih terhadap nasib buruh, khususnya terkait sistem alih daya yang dinilai masih merugikan pekerja.
“Saya pernah berkecimpung langsung di dunia perburuhan dan memimpin serikat pekerja di Batam. Maka di momentum Hari Buruh ini, kami berharap pemerintah pusat memberi perhatian serius, terutama terhadap pembahasan dan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang saat ini sudah masuk dalam agenda DPR RI,” kata Mustofa.
BACA JUGA: BP Batam Cari Solusi Terbaik Siap Undang Warga Bahas Persoalan Perpanjangan Uang Wajib Tahunan
Mustofa menyoroti praktik outsourcing di Batam yang hingga kini masih marak, terutama di sektor industri galangan kapal. Kaum buruh meminta agar outsourching menjadi perhatian pemerintah.
Mustofa bahkan menemukan adanya sistem outsourcing berjenjang yang dinilai berpotensi merugikan pekerja, baik dari sisi kesejahteraan maupun keselamatan kerja.
“Di lapangan, outsourcing ini tidak hanya satu lapis tetapi bisa sampai dua hingga tiga lapis. Kondisi ini berpotensi menurunkan standar keselamatan kerja (safety) bagi para buruh,” ungkapnya.
Amsakar meminta pengawas ketenagakerjaan, khususnya di tingkat provinsi, untuk lebih intens melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang masih menerapkan sistem tersebut.



