“Ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur,” katanya.
Dadan menyoroti penggunaan teknologi reverse osmosis dalam pengolahan air, yang membuat air hasil produksi di SPPG tersebut layak langsung untuk diminum maupun digunakan dalam proses memasak.
“Airnya sudah melalui reverse osmosis, jadi aman untuk diminum dan memasak. Ini penting karena kualitas air sering menjadi faktor gangguan pencernaan,” ungkapnya.
Selain itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di fasilitas tersebut juga dinilai sangat baik dan berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain.
Sebelumnya, kampus swasta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) awal Januari 2025 sudah lebih dulu mendirikan dapur MBG. (*)



