HomeBatamPeringati Hari Bumi dan Buku Sedunia, Serindit Luncurkan Buku Praktis Identifikasi...

Peringati Hari Bumi dan Buku Sedunia, Serindit Luncurkan Buku Praktis Identifikasi Jenis Pohon Batam

spot_img

Buku ini merangkum 167 spesies pohon hutan Batam yang terbagi ke dalam dua kelompok utama, yaitu Dipterocarpaceae seperti Meranti, Keruing, dan Mersawa, serta kelompok Non-Dipterocarpaceae yang terdiri dari 35 famili berbeda. Penyusunan buku dilakukan menggunakan metode identifikasi praktis melalui kolase foto, legenda visual, dan deskripsi sederhana agar memudahkan proses pengenalan jenis secara cepat di lapangan.

Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca dan pengguna buku untuk mengenali jenis pohon berdasarkan bentuk daun, warna getah, tekstur kulit batang, bentuk banir, hingga karakter morfologi lainnya.

Setiap spesies juga dilengkapi dengan informasi status keterancaman berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) serta klasifikasi kualitas kayu untuk mendukung pengelolaan hutan yang lebih lestari dan berbasis pengetahuan.

Lebih dari sekadar panduan lapangan, buku ini juga menghadirkan refleksi mengenai etika dan adab terhadap alam. Melalui penerbitan ini, Perbendaharaan Serindit terus mendorong agar nilai-nilai kecintaan terhadap hutan tumbuh melalui proses mengenal, membangun kedekatan, serta menumbuhkan kepedulian sebagai pengingat untuk menghidupkan nilai-nilai kebaikan dalam diri manusia sebagai khalifah bagi alam.

BACA JUGA: Peringatan Hari Bumi, BP Batam Kukuhkan 600 Satgas Gema ASRI Rempang Eco City

Peluncuran dan bedah buku ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang bergerak dalam bidang lingkungan, pendidikan, konservasi, dan pengelolaan hutan, di antaranya Kebun Raya Batam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Batam, Manggala Agni, KTH Mandiri Bersama, KTH Harapan Sukses, Universitas Batam, Universitas Riau Kepulauan, Rumpun Bakau Indah, Yayasan Mondial Anugrah Indonesia, Siswa Sekolah Mondial, SMA Negeri 17 Batam, serta PT MSAS.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas pengarsipan pengetahuan lokal mengenai hutan dan keanekaragaman hayati di Kepulauan Riau, sekaligus memperkuat kolaborasi antara peneliti, praktisi lapangan, komunitas, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pulau-pulau kecil.

BACA JUGA  TKD Prabowo-Gibran Kepri Gelar Zikir dan Doa Bersama, Optimistis Pasangan Nomor Urut 2 Menang di Pilpres

Melalui momentum Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia, Serindit Philosophy Centre memandang bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan melalui aksi konservasi di lapangan, tetapi juga melalui penguatan literasi, dokumentasi pengetahuan, dan budaya membaca sebagai fondasi kesadaran sosio-ekologis. (hm/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI