1. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) menegaskan peran ayah sebagai teladan dan pilar ketahanan keluarga;
2. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang melibatkan 544 tim atau 1.632 kader dalam pemetaan enam kategori pencegahan stunting sejak pranikah hingga anak usia lima tahun;
3. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang fokus pada penguatan kegiatan Bina Keluarga Balita dan pemetaan lokasi pengasuhan anak;
4. SIDAYA (Lansia Berdaya) dengn memberdayakan lebih dari 31.763 keluarga lansia melalui pembentukan Sekolah Lansia di setiap kelurahan, agar mereka tetap aktif, produktif, dan mandiri.
BACA JUGA: DPRD Batam Targetkan 15 Ranperda 10 Usulan Pemko dan 5 Inisiatif Dewan Dibahas Tahun 2026
Empat program tersebut menjadi bagian dari strategi Batam dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi ketahanan sosial dan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan semangat kolaborasi pemerintah daerah dan BKKBN.
“Kunjungan Menteri menjadi penyemangat kami membangun keluarga tangguh, masyarakat sehat, dan generasi Batam yang berkualitas,” kata Amsakar.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, menekankan pentingnya bina ketahanan keluarga sebagai langkah strategis menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti perceraian dan stunting.
“Kalau kita tahu sebab suatu persoalan dalam keluarga, maka bisa kita selesaikan melalui bina ketahanan keluarga,” ujarnya.
Ia juga mendorong setiap perusahaan, terutama di kawasan industri, menyediakan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) bagi anak-anak pekerja.
Menurutnya, keberadaan taman asuh kini menjadi bagian dari indikator PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami berharap perusahaan yang memiliki banyak karyawan, terutama perempuan, memberi ruang bagi taman asuh. Anak-anak mereka juga punya hak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan layak,” tegasnya.
Wihaji menambahkan, sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, BKKBN, dan dunia usaha sangat penting dalam mewujudkan keluarga kuat dan generasi masa depan yang unggul. “Kita ingin keluarga yang kuat, anak-anak yang sehat, dan generasi penerus yang siap membangun Indonesia,” kata Wihaji. (*/man)



