“Wilayah Kepri sebagian besar adalah laut. Potensi besar ini harus kita kembangkan agar memiliki nilai ekonomi dan dapat menyejahterakan masyarakat. Kalau masyarakat sejahtera, ketahanan pangan dan kamtibmas akan terjaga. Kapal bukan hanya kampung pangan maritim, tapi juga simbol ketahanan dan keamanan wilayah perbatasan,” kata Kombes Zahwani Pandra Arsyad.
Perwakilan pelaku UMKM Desa Pengudang menyampaikan harapan agar ke depan tersedia rumah produksi dan galeri pameran sebagai wadah pengembangan produk lokal.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan Program Kapal.
BACA JUGA: Kuatkan Peran Rumah Sakit Pendidikan dan Pengampu, RSBP Batam Bangun Sinergi Dengan Kemenkes
“Interaksi membuktikan bahwa strategi kolaborasi ini disambut baik masyarakat. Kami bersama tim pendamping siap memberikan pelatihan, capacity building, inovasi kemasan, higienitas dan quality control produk, hingga strategi pemasaran,” jelas Riki.
Dalam kunjungan itu hadiri Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri Dr. Rika Azmi, Kepala Cabang BRI Tanjung Uban Syahrinal, Kapolsek Teluk Sebung Iptu Muslimin, Kepala Desa Pengudang Indra Yani, serta para pelaku UMKM desa setempat. Mereka menyambut baik program itu untuk berkelanjutan. (*/man)



