“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas kerja nyata pemerintah kabupaten/kota di Kepri. Sinergi dan komitmen bersama inilah yang membuat Kepri semakin berdaya saing,” kata Ansar Ahmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen Pemko Batam untuk terus menghadirkan event-event berkualitas yang memperkuat identitas budaya Melayu.
Ardiwinata menegaskan Kenduri Seni Melayu bukan hanya panggung seni, melainkan ruang silaturahmi budaya yang memperkuat jati diri Melayu.
BACA JUGA: Rumah Sakit BP Batam Terima Penghargaan Good Corporate Governance
“Ke depan, kami akan terus berinovasi agar Batam semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan berbasis budaya,” ucapnya.
Ardiwinata juga menjelaskan Kenduri Seni Melayu telah menjelma menjadi ikon budaya tahunan Batam yang selalu menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia.
Dia juga mengatakan Kota Batam yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara membuat Disbudpar terus berusaha dan berkomitmen untuk menghadirkan event-event yang menarik kunjungan wisatawan.
“Kalau mau melihat budaya Melayu, Kepri adalah tempatnya, meski Indonesia kaya akan budaya, tetapi setiap daerah berbeda-beda budayanya,” katanya. (*/man)



