Menurutnya, potensi penerimaan dan manfaat zakat mampu memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional utamanya dalam sektor sosial, pendidikan dan pemberdayaan umat.
“Bagi kota Batam, potensi zakat cukup besar dan itu terkelola secara baik, setidaknya dalam rentang waktu lima tahun terakhir, potensi zakat berkontribusi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, membantu pendidikan anak-anak tahfidz dan anak-anak hinterland,” katanya usai menerima award.
Baginya, prestasi ini bukan hanya kebanggaan, namun menegaskan Batam sebagai salah satu daerah dengan tata kelola zakat terbaik di Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra, penghimpunan zakat salah satunya melalui skema pemotongan gaji ASN. Penguatan gerakkan zakat dinilai efektif sebagai instrumen sosial dan ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. (*)



