Bantuan ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi ekonomi pesisir yang tidak hanya bertumpu pada hasil tangkapan laut, tetapi juga memperkuat usaha budidaya sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri akan terus hadir dalam kehidupan masyarakat pesisir dan memberikan perhatian khusus terhadap sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Nelayan adalah penjaga laut kita. Kehadiran kami hari ini bukan sekadar simbolis, tapi bagian dari komitmen bahwa negara hadir untuk menyejahterakan masyarakat pesisir,” tegasnya.
Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menyatakan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif, yang secara aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat pulau.
“Kami ingin memastikan bahwa suara dari pulau-pulau terluar juga sampai ke meja pengambilan kebijakan. Kehadiran kami di Pulau Kasu adalah bentuk keberpihakan pada masyarakat,” ujarnya
Lebih jauh, Gubernur juga mengumumkan bahwa pada tahun 2025 nanti, Pemprov Kepri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) akan membangun Aula Pondok Pesantren Nurul Iman di Kelurahan Kasu dengan anggaran sebesar Rp995 juta. Pembangunan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan masyarakat setempat.
“Pemerintah tak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat pulau. Kita ingin Pulau Kasu menjadi contoh bahwa pembangunan yang menyentuh masyarakat bawah itu nyata dan berkelanjutan,” tutup Gubernur Ansar.
Dengan total penerima bantuan mencapai 1.497 orang dan nilai anggaran mendekati Rp4 miliar di wilayah Batam, program bantuan ini menjadi langkah nyata Pemprov Kepri dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pulau-pulau terluar.



