Ia menyebutkan, untuk produk makanan khas lokal, selain berjenis kering juga tersedia jenis makanan basah. Untuk makanan jenis kering seperti kerupuk atom berbahan ikan, kerupuk cumi, keripik singkong dan keripik pisang, keripik peyek, pempek, ceker ayam hingga dodol singkong
Sedangkan untuk makanan jenis basah tersedia lakse, mie kwitiau bahan sagu, kue jongkong dan kue agar-agar. Selain itu ada juga produk kerajinan tangan yang dijajakan dalam pameran stand bazar STQH meliputi, tote bag, clutch atau tas tangan, dan shoulder bag yang dibuat berbahan rajutan benang dan ada yang berbahan kertas tebal cetak.
Dari sejumlah produk-produk stand bazar ini, yang cukup menyita perhatian ialah kerupuk atom berbahan ikan. Kerupuk ikan dengan dua bentuk yakni bulat menyerupai kelereng dan panjang sejari jempol ini sudah menjadi produk oleh-oleh khas Anambas.
Bahkan, hasil olahan industri rumah tangga ini sudah malang melintang ke luar Anambas, sampai ke Jakarta bahkan ke Singapura dan Malaysia.
“Ya kerupuk atom yang biasanya dari bahan ikan tenggiri dan ikan tongkol ini sudah laris hingga manca negara. Hanya saja kalau ke luar negeri belum dalam bentuk ekspor besar-besaran, paling kayak dibawa untuk keluarga lah,” sebut Sofi.
“Nah, bahkan kalau yang sudah ke luar Anambas ini sudah memiliki nomor P-IRT (Pangan – Industri Rumah Tangga). Kalau pun ada yang belum, itu masih dalam proses pengawasan kami di Dinkes dan belum bisa diedarkan ke luar,” jelasnya.
Selain kerupuk atom, produk makanan yang cukup banyak diminati dan laris dicari para pengunjung stand ialah dodol singkong.
Dodol singkong ini, hasil olahan dari Pulau Jemaja berbahan ubi kayu maupun ubi jalar yang dipadu dengan tepung dan air gula merah atau gula pasir. “Baru satu hari sudah laris dan dicari banyak pengunjung. Kami pun sudah pesan lagi supaya di datangkan dari sana,” katanya. (*/man)



