Program BPBL di Kampung Bagan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kepri, Batamindo, PLN Batam, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Program ini tidak hanya memberikan sambungan listrik gratis, tetapi juga instalasi lengkap yang langsung siap pakai.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan total ada 300 rumah di Kepri yang menerima bantuan serupa.
“Di Batam ada 156 rumah. Semoga ini bermanfaat untuk kecerdasan kehidupan bangsa, karena listrik adalah bagian dari indikator kesejahteraan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujar Nyanyang.
Menurutnya, pemerintah provinsi terus mengupayakan perluasan elektrifikasi, termasuk di wilayah pulau-pulau terluar.
“Sekarang tinggal satu desa lagi di Lingga yang belum teraliri listrik. Target kami, Oktober nanti semua desa dan pulau sudah terang,” tegas Nyanyang.
Ia juga mendorong masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik resmi untuk mendaftar melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri. Pemerintah akan mengoordinasikan kebutuhan dengan PLN dan pelaku industri melalui program CSR.
Tahun ini menjadi tahun kedua kawasan industri Batamindo berkontribusi dalam program BPBL. Seluruh biaya pemasangan instalasi dan sambungan listrik rumah tangga ditanggung perusahaan melalui dana CSR.
“Komitmen ini mencerminkan peran industri dalam mendukung pembangunan yang merata dan manusiawi,” ujar perwakilan Batamindo.
Program ini juga selaras dengan target elektrifikasi nasional dan mendukung pembangunan sosial di sekitar kawasan industri. Nyanyang percaya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*/man)



