Senyawa satu ini bisa digunakan untuk memproduksi bahan kimia lainnya. Sementara dalam jumlah yang lebih kecil, etilen oksida digunakan sebagai pestisida dan bahan pensteril.
Kemampuan etilen oksidan untuk merusak DNA menjadikannya agen pensteril yang efektif. Tapi di sisi lain, kemampuan ini juga bisa jadi pemicu aktivitas berkembangnya sel kanker.
Kanker kelenjar getah bening (limfoma) dan kanker darah (leukemia) adalah dua jenis kanker yang paling sering disebabkan oleh paparan etilen oksida. Selain itu, kanker perut dan payudara juga kerap dikaitkan dengan senyawa satu ini. (*)



