“Kami ingin menyampaikan beberapa imbauan penting mengenai penyebaran berita hoax dan tindak kekerasan yang belakangan terjadi. Saat ini masyarakat berada di era informasi yang dipenuhi dengan ketidakpastian, di mana akun-akun palsu di media sosial sering kali menyebarkan berita yang tidak akurat,” katanya.
“Dalam era digitalisasi yang cepat ini, mudah bagi kita untuk menyebarkan informasi hanya dengan satu klik. Namun, kita sering kali tidak siap menghadapi risiko apa yang kita sebarkan. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan berita di akun sosialnya,” katanya.
BACA JUGA:Â Jurassic World: Experience Hadir di Garden by the Bay Singapura Pada 29 Mei 2025
Lebih lanjut ia mengatakan, pentingnya sikap kritis masyarakat pengguna media sosial dalam menyaring informasi sebelum dibagikan kepada publik. bahwa tingginya arus teknologi dan informasi membuat banyak orang terjebak dalam penyebaran berita yang tidak bertanggung jawab.
Selain isu berita hoax, kata dia lagi, menyoroti tingginya angka kekerasan di wilayah Kecamatan Bengkong, dirinya mengingatkan bahwa pencegahan terhadap kekerasan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kita perlu bersama-sama mencegah semua potensi kejahatan. Hal ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar situasi kamtibmas di Kecamatan Bengkong tetap terjaga. Kerja sama dan sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. (*/man)



