“Saya selalu menanamkan kerja keras, dan semangat dalam mengasah agar gadis yang masih belia ini bisa membagikan waktu sekolah dan latihan Pencak Silat Tapak Suci.
Sebagai orangtua pasti maunya yang terbaik untuk anak-anaknya,” kata Putra, Sabtu (8/2/2025).
Ariqa kini duduk di bangku sekolah kelas IV SD Negeri 004 Meral Barat. Ia juga tetap menjalin pertemanan dengan anak-anak sebayanya.
“Namanya masih anak-anak kalau latihan kadang sesekali dia jenuh karena ada temen main sepeda, ya tidak apa-apa. Tetapi dia ngerti kalau mau ikut pertandingan turnamen dia paling semangat,” ujarnya.
BACA JUGA:Â Enam Puluh Perusahaan Reklame Mati Izin, BP Batam Bersama Kejaksaan Ajak Pengusaha Taat Aturan
Belum waktunya latihan, saat pulang sekolah dia selalu menanyakan,waktunya kapan latihan. Sebagai orangtua, Putra berharap agar anaknya kelak tetap konsisten di bidang beladiri Pencak Silat.
“Tentunya kami berharap prestasi hari ini bukan akhir, melainkan dapat membanggakan atlet lainnya di kancah Nasional dan Internasional. Dan nantinya anak saya dapat meneruskan ilmu saya sebagai pelatih,” jelasnya.
Diketahui Pencak Silat Tapak Suci merupakan bagian olahraga beladiri yang mengaplikasian jurus menggunakan tangan kosong maupun bersenjata.
Dengan seragam kebanggaan berwarna merah yang dinilai gagah dan pemberani, Pencak Silat Tapak Suci bagian dari warisan budaya leluhur Indonesia.
Tapak suci yang dilambangkan dengan tangan terbuka memiliki arti kejujuran, berjari rapat memiliki makna keeratan dan Ibu jari ditekuk menunjukkan kerendahan hati.
Hal ini sesuai dengan harapan mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotirme yang tinggi. (*/man)



