4. Perhatikan email
Dalam lowongan pekerjaan selalu ada nama email yang bisa dihubungi atau menjadi media untuk mengirim lamaran. Untuk mengetahui validitas lowongan, bisa dicek apakah emailnya mempresentasikan perusahaan.
5. Tidak mempermasalahkan kualifikasi dan pengalaman
Biasanya perusahaan abal-abal membuka kesempatan untuk semua jenjang dan lulusan. Kemudian banyak juga lowongan palsu menawarkan posisi mentereng dengan gaji mentereng tetapi tidak secara spesifik menentukan syarat lulusan minimal.
Padahal perusahaan yang bagus dan benar akan selalu memberikan syarat minimal lulusan yang mereka inginkan, misalnya harus lulusan d3 pertambangan, atau sarjana geologi, membutuhkan lulusan sarjana teknik sipil, lulusan stm bangunan dsb.
6. Tidak mengadakan proses seleksi baik tertulis maupun wawancara
Meski terdengar aneh, hal ini banyak terjadi dan dianggap lumrah para pencari kerja. Banyak perusahaan abal menerima dan menjanjikan pekerjaan tanpa melalui proses seleksi yang ketat baik wawancara, maupun tes psikotes dan tes tulis lainya.
7. Nomor kontak yang bisa dihubungi adalah untuk ponsel
Penting untuk diwaspadai ketika kamu diminta segera mengkonfirmasi lowongan, tapi nomor itu adalah sebuah nomor seluler. Umumnya perusahaan besar yang menyediakan lowongan kerja mencantumkan nomor fixed-phone resmi. (*)



