Taruna mengatakan, hingga saat ini BPOM RI masih belum menerima laporan atau temuan apapun terkait residu beracun pada produk anggur muscat. Terkait residu, Taruna menjelaskan hal tersebut bisa memicu risiko kanker hingga kerusakan hati.
“Sejauh ini dari teman-teman BPOM belum ada laporan. Namun, kami akan bertindak mulai hari ini, kami akan berkomunikasi dengan Kementerian terkait,” ujar Taruna.
“Kita tahu ini, kan, residu pestisida macam-macam. Bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, bisa berbagai macam penyakit tambahan, dan itu tentu akan menjadi concern kami,” sambungnya.
Sebagai informasi, hasil uji laboratorium yang dilakukan TCC menemukan bahwa 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diuji oleh dewan pada pekan lalu mengandung residu kimia berbahaya dan melampaui batas hukum. Beberapa di antaranya terkontaminasi dengan klorpirifos dan endrin aldehida. (*)



