Gilang menjelaskan, terkait dengan adanya kelangkaan LPG yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Batam, hal tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan terhadap LPG 3 kg yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kota Batam.
“Indikasi awal memang yang perlu kami lakukan adalah karena adanya permintaan kebutuhan. Kita tau di dua bulan terakhir banyak sekali peningkatan UMKM, khususnya bazar-bazar, festival dimana memang itu banyak menggunakan elpiji 3 kg,” ujar dia.
Selain itu, Pertamina juga menemukan sektor usaha yang seharusnya tidak menggunakan LPG 3 kg, tetapi menggunakan bahan bakar subsidi itu.
“Masih banyak juga sektor lini usaha yang sejatinya tidak diperkenankan untuk menggunakan elpiji subsidi, misalnya seperti rumah makan, kafe yang tidak masuk dalam kategori UMKM,” kata Gilang. (*)



