Selain itu, proses budidaya lobster di Indonesia masih kalah canggih dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam.
“Yang budidaya di Vietnam, karena teknologinya cukup baik untuk pembubidayaan lobster,” katanya.
Teknologi budidaya lobster di negara tersebut sudah cukup maju, sehingga para pelaku memilih untuk menyelundupkan benih dengan teknologi yang lebih baik untuk dibudidayakan termasuk harga yang menjanjikan yang lumayan tinggi.
BACA JUGA:Â Wali Kota Saksikan 11 Pengembang Serahkan Lahan Prasarana,Sarana dan Utilitas Perumahan ke Pemko Batam
Mengenai modus yang dilakukan dalam penyelundupan, biasanya dilakukan langsung dari tempat pengepul naik hsc, seperti dari Sumatera langsung ke negara tujuan, apakah dia akan ditransfer ke OPL masih didalami.
Modus penyelundupan tersebut bukan hanya dari Sumatera namun juga dari wilayah lain seperti di Pulau Jawa.
Proses pengiriman memerlukan pengawasan ketat, dengan benih lobster harus dipertahankan dalam kondisi dingin dan beroksigen selama perjalanan hingga 12 jam.
Pihaknya juga terus melakukan mendalami dan pengawasan untuk mengatasi masalah ini, namun tantangan tetap besar dengan adanya rute-rute penyelundupan yang beragam dari berbagai wilayah di Indonesia. (*/man)



