Zona megathrust merupakan pertemuan antar-lempeng tektonik Bumi di zona subduksi, yakni titik di mana satu lempeng meluncur ke bawah lempeng lain, yang biasanya ada di lautan. Bahayanya adalah gempa besar dan tsunami raksasa.
Dalam keterangan tertulis sebelumnya, Minggu (11/8/2024), Daryono, saat menganalisis gempa besar di Megathrust Nankai Jepang dengan Magnitudo 7,1, turut menyinggung potensi pecahnya megathrust di Indonesia.
Ia menggarisbawahi dua zona megathrust yang sudah lama sekali tak gempa alias punya seismic gap, yakni Megathrust Selat Sunda (M 8,7) dan Megathrust Mentawai-Suberut (M8,9).
“Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata ‘tinggal menunggu waktu’ karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar,” ucap Daryono saat itu.
Usai keterangan pers itu, heboh pemberitaan soal ancaman megathrust. Adapun diketahui, beberapa gempa besar pernah terjadi di Indonesia, diantaranya gempa Aceh (2004), gempa Sumatra (2005), gempa Yogyakarta (2006), gempa Padang (2009), gempa Jawa Barat (2017), gempa Palu (2018) dan gempa Maluku (2023). (*)



