Sukisno, atau yang akrab disapa Pakde Kisno menyebut ada beberapa kategori lomba perahu yang digelar oleh panitia HUT Ke-79 RI Pulau Belakangpadang, yakni sampan berlaya diikuti 38 peserta, speedboat kategori bebas dan standar 28 kapal, Ketinting kategori mesin dalam dan mesin luar sebanyak 27 peserta, dan dayung khusus peserta wanita sebanyak 21 peserta.
“Perlombaan sampan berlayar ini sudah jadi tradisi yang dimulai sejak tahun 1960, hingga kini masih kami pertahankan,” kata Pakde Kisno.
Lomba perahu ini digelar dua hari sejak 16 hingga 17 Agustus. Sangking antusiasnya warga ingin menyaksikan ada yang rela bermalam di Belakangpadang sejak Jumat (16/8).
Guntur, petugas keamanan Pos Pembantu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Batam menyebut ada beberapa warga yang izin menginap di dermaga Bea dan Cukai.
Khusus di 17 Agustus, dermana Pos Pelayanan Bea Cukai itu dibuka untuk masyarakat yang ingin naik dan turun kapal pancung miliknya.
“Biasanya dermaga ini tidak diakses masyarakat, tapi khusus hari ini kami persilahkan masyarakat mengakses untuk menonton perlombaan,” katanya. (*)



